ARTIKEL


PROBLEMATIKA PENDIDIKAN DI INDONESIA

            Apa yang dimaksud dengan pendidikan? Secara umum, pengertian pendidikan adalah suatu proses pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekumpulan manusia yang diwariskan dari satu genereasi ke generasi selanjutnya melalui pengajaran, pelatihan, dan penelitian.
            Membahas mengenai pendidikan, ternyata pendidikan  di Indonesia ini masih sangat memprihatinkan. Bahkan berdasarkan penelitian  Lant Prichett (Professor dari Harvard), ia mengatakan bahwa Indonesia butuh 128 tahun untuk bisa sejajar dengan rata-rata negara berkembang dan maju dalam sistem pendidikan. Itu artinya Indonesia tertinggal selama 128 tahun, dan hal itu dikarenakan kualitas pendidikan di Indonesia yang terbilang rendah dan tidak merata. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Padahal jika dilihat dari sebuah survey mengenai tingkat kesenangan siswa Indonesia terhadap pembelajaran sains itu memiliki skor yang cukup tinggi, dan mereka sadar bahwa sains itu perlu dipelajari, tetapi ketika diminta untuk mengaplikasikan sains dalam kehidupan sehari-hari, skor dari survey tersebut sangat rendah. Hal tersebut mengakibatkan kurangnya inovasi-inovasi baru.
            Beberapa hal lain yang menyebabkan pendidikan di Indonesia tidak efisien yaitu mahalnya biaya pendidikan,  dan kurangnya mutu pengajaran. Berdasarkan hasil rata-rata, UKG guru di Indonesia memperoleh hasil rata-rata 53,02 dari 100. Dan hal tersebut menunjukkan bahwa kualitas para pendidik di Indonesia sangat rendah. Saya, sebagai seorang pelajar tentu ingin mendapatkan pengetahuan yang lebih, bukan hanya sekedar memahami suatu ilmu tetapi juga ingin bisa mengaplikasikannya kedalam kehidupan. Karena itu, kompetensi guru menjadi syarat utama tercapainya kualitas belajar yang baik. Sudah terlalu banyak berdebat mengenai pelaksanaan kurikulum, tetapi  seharusnya guru yang berkompeten tidak hanya terpaku pada kurikulum. Karena perubahan kurikulum akan sia-sia apabila mindset guru dan siswa tidak berubah. Sangat baik apabila seorang guru bisa mengajarkan materi pelajaran kepada siswanya dengan cara menarik, dan kreatif, sehingga dapat meningkatkan minat dan gairah siswa dalam proses pembelajaran.
            Semua pihak seharusnya dapat menyadari bahwa profesi guru itu merupakan profesi yang mulia dan tentunya harus sangat dihargai, karena tugas guru bukan hanya mengajarkan materi pelajaran, lebih dari itu guru ialah sebagai pendidik. Tetapi sepertinya kini Indonesia tengah mengalami krisis apresiasi terhadap guru, baik oleh pemerintah maupun masyaraktnya. Mungkin sudah ada usaha dari pemerintah untuk menaikkan gaji guru, tetapi tetap saja tergolong rendah jika dibandingkan dengan profesi lain. Dengan kurangnya apresiasi terhadap guru, maka akan semakin sulit untuk mencari guru yang benar-benar mengabdi pada profesinya.
            Menurut hasil analisis PISA (Programme for International Students Assessment) yang digagas oleh the Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), Indonesia berada di posisi rendah yaitu menduduki peringkat ke-62 dari 70 negara, sedangkan Singapura menduduki peringkat pertama. Jika dibandingkan dengan Singapura yang mempunyai visi pendidikan yang sangat terstruktur, jangka panjang, dan mengutamakan prestasi, pada kenyataannya pendidikan di indonesia masih dihalangi oleh masalah-masalah yang mendasar,  seperti tata kelola, manajemen, dan kinerja yang lemah dan bahkan menurut KPK, korupsi paling banyak ditemukan di sektor pendidikan, dan masih banyak kebutuhan tenaga kerja di Indonesia yang tidak sesuai dengan kemampuan lulusan, serta kurikulum yang digunakan hanya didasarkan pada pengetahuan pemerintah tanpa memperhatikan kebutuhan masyarakat, sehingga menyebabkan kurikulum yang digunakan kurang relevan. Contohnya seperti sekarang ini Indonesia menggunakan kurikulum 2013, dimana guru hanya sebagai pemandu dan siswa dituntut untuk aktif dalam proses pembelajaran di kelas. Tetapi pada kenyataannya kurikulum tersebut belum tersebut belum terlaksana dengan baik. Mengapa demikian? Sebab tidak semua siswa mempunyai passion yang sama, bisa jadi siswa yang unggul dibidang soshum akan lebih aktif dan lebih semangat dalam melaksanakan proses pembelajaran di sekolah dibandingkan dengan belajar sains, atau sebaliknya. Tetapi sayangnya, sistem pendidikan di Indonesia ini terlalu memaksakan siswanya untuk menguasai lebih dari 10 mata pelajaran. Tentunya berbeda dengan sistem pendidikan di luar negeri yang menggunakan kurikulum internasional, dimana setiap pelajar berhak memilih pelajaran apa saja yang akan mereka pelajari selama satu tahun. Menurut saya, sistem pendidikan yang seperti itu sangat baik karena belajar tanpa paksaan pasti akan menghasilkan manusia yang berkualitas pada bidangnya.
            Harus ada perbaikan mengenai performa pendidikan di negeri ini, seharusnya bukan hanya pemerintah yang terus-menerus berperan  tetapi juga kita semua sebagai warga negara Indonesia harus berperan aktif demi mencapai sistem pendidikan yang baik. Karena pada hakikatnya, akar dari seluruh persoalan yang ada di negeri ini atau bahkan di dunia itu berasal dari pendidikan. Jika setiap negara mampu menerapkan suatu sistem pendidikan yang baik dan terstruktur, tentu saja hal tersebut dapat meningkatkan sumber daya manusia menjadi lebih baik. Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang harus dirasakan oleh semua orang, baik itu yang tinggal di kota-kota besar, maupun di daerah-daerah pelosok sekalipun. Kita semua sebagai pelajar harus semangat dalam menimba ilmu, dan juga harus mempunyai visi kedepan. Sebab, Indonesia butuh banyak orang-orang terpelajar, terlebih lagi kita ini sebagai generasi penerus bangsa. Memang masa depan tidak ada yang tahu, namun apa yang kita lakukan sekarang akan menjadi tangga menuju puncak masa depan itu sendiri.


Komentar

  1. Infonya sangat bermanfaat sekalii

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Makasih infonya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  4. Bermanfaat sekali kak infonya:v

    BalasHapus
  5. Bermanfaat sekali kak, terimakasih😊

    BalasHapus

Posting Komentar